RSS

Selembar kertas putih

27 Feb

Seorang anak yang suka mencari-cari kesalahan.
Dengan cekatan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orangtuanya. “Aku jatuh karena Ayah meletakkan ember di sembarang tempat,”
kata anak tsb. kepada ayahnya saat iaerjatuh di kamar mandi.
“Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena
itu, kalau berjalan harus hati-hati,”

kata anak tsb. kepada seorang anak lain yang terkilir kakinya.

Pada suatu hari, anak itu berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya. “Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu !”
Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak itu.
Melihat binatang kecil yang begitu banyak, anak itu lari terbirit-birit. Lebah- lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu …dua … tiga, lebah-lebah menghajar dengan sengatan.
“Aduh …..tolong ….. !” byur !! Anak itu menceburkan dirinya ke sungai.
Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak itu yang kesakitan.

“Mengapa Ayah tidak menolongku ? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah !” Ayahnya diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih.
“Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?”
“Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya,” jawab anak itu.
Kemudian, ayahnya mentoreh di kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.
“Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini? ”
“Ada gambar titik hitam di kertas putih itu ! “
Anakku, mengapa kamu hanya rmelihat satu titik hitam pada kertas putih
ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih.
Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah ! Padahal masih banyak hal
baik yang telah Ayah lakukan padamu.”

Ayahnya berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.

Kawan, mari kita belajar mengoreksi diri sendiri sebelum kita menyalahkan orang lain. Jangan hanya melihat sisi buruk suatu masalah, tetapi kita perlu juga melihat sisi baiknya.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahu
i ?

sumber : milis

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2008 in Copy Paste doang

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: